Kerusakan sel
sperma sebagian besar dipicu oleh Reactive Oxygen Species (ROS) yang
diproduksi secara alami oleh tubuh manusia. Pada tingkatan tertentu,
terutama pada kadar yang cukup tinggi, ROS akan mengurangi produksi dan
kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.
Banyak
pasangan suami istri yang melakukan terapi suntik untuk meningkatkan
produksi sperma, namun karena terapi tersebut berbasis kimiawi maka pada
tingkatan tertentu menjadi berbahaya bagi kaum lelaki.
Marian
Showel, dari University of Auckland, melakukan penelitian mengenai
hubungan antioksidan dan kesuburan pria dengan melibatkan 2.800 pasangan
tidak subur, dalam hal ini karena si pria terindikasi memiliki memiliki
kualitas sperma yang buruk sehingga harus mengikuti terapi kawin suntik
agar pasangan tersebut memperoleh anak.
Dalam
penelitian tersebut, Showel memberikan pengarahan kepada kepada seluruh
partisipan mengenai antioksidan dan menyarankan untuk mengkonsumsinya
secara rutin.
Hasilnya, pasangan menjadi lebih mudah mendapatkan keturunan tanpa melalui terapi kawin suntik.
Berdasarkan
hasil tersebut, disimpulkan bahwa dalam upaya mendapatkan keturunan,
baik secara alami maupun melalui terapi, para pria sangat dianjurkan
untuk memperbanyak konsumsi suplemen antioksidan agar pasangannya cepat
mengalami kehamilan.
Permasalahan
Terapi
antioksidan kimiawi tidak aman dalam jangka panjang sehingga perlu
dicari metode terapi antioksidan yang aman untuk jangka panjang.
Solusi
Terapi
nabati, yaitu mengkonsumi buah dan sayur, tergolong sebagai terapi
organik, sehingga aman untuk jangka panjang. Anjuran mengkonsumsi buah
dan sayuran bagi para pria penderita kualitas sperma buruk merupakan
alternatif yang baik. Namun, untuk tujuan praktis, konsumsi buah-buahan
perlu dikaji sebagai alternatif utama karena tidak seperti sayuran yang
harus dimasak terlebih dahulu, buah-buahan dapat dikonsumsi langsung
tanpa dibatasi dengan ruang dan waktu.
Metodologi Penelitian
Ruang lingkup:
- Konteks buah-buahan masih sangat luas, sehingga perlu dilakukan pengelompokkan jenis-jenis buah berdasarkan kandungan antioksidannya.
- Jadi harus dilakukan studi pustaka awal untuk melihat kandungan antioksidan dari berbagai buah yang umumnya dijual di pasar-pasar lokal.
Metode:
- Pengumpulan data sekunder, dalam hal ini mencari berbagai sumber pustaka, termasuk pustaka online, mengenai berbagai senyawa yang terkandung dalam berbagai jenis buah.
- Telaah pustaka ini sangat dibutuhkan karena untuk tujuan terapi, suatu jenis buah harus dikonsumsi secara rutin.
- Dicari beberapa voluntir pria berkualitas sperma buruk untuk berpartisipasi dalam penelitian ini; dianjurkan untuk bekerja sama dengan dokter-dokter di bidang kesuburan pria dan wanita.
Output:
- Hasil penelitian ini akan berupa daftar jenis-jenis buah dan kandungan antioksidannya yang dilengkapi dengan telaah ilmiahnya.
- Klasifikasi jenis buah, yang karena kadar antioksidan yang dikandungnya, menjadi anjuran utama untuk dikonsumsi oleh para pria berkualitas sperma buruk.
********************
VIVA ACADEMICA !
********************